Hari: 15 September 2026

Ziarah dan Budaya: Memadukan Wisata Religi Katolik dengan Warisan Jawa di Solo

Ada dua jenis pengunjung yang datang ke Solo, dan mereka jarang bertemu. Yang pertama datang untuk budaya: Keraton Surakarta, Pura Mangkunagaran, Kampung Batik Laweyan, Pasar Gede. Yang kedua datang untuk ziarah: Gereja Purbayan, Gua Maria Mojosongo. Sayangnya, keduanya sering pulang hanya membawa separuh kota. Artikel ini

Dari Tanah Belukar dan Undian Berhadiah: Kisah Perjuangan Umat Katolik Awal di Surakarta

Sejarah Gereja biasanya ditulis dari atas: nama uskup, tanggal peresmian, prasasti marmer. Tapi kalau Anda telusuri sejarah Katolik di Surakarta, yang muncul justru sesuatu yang lain — cerita tentang orang-orang yang tidak punya cukup uang, tidak punya cukup fasilitas, dan tetap terus berjalan. Ini kisah dua

Kenapa Orang Katolik Berziarah? Makna Ziarah dan Mengapa Solo Jadi Tujuan Istimewa

“Kalau Tuhan ada di mana-mana, kenapa harus pergi ke tempat tertentu untuk berdoa?” Itu pertanyaan yang jujur, dan pantas dijawab dengan jujur. Secara teologis, pertanyaan itu benar: Tuhan tidak lebih hadir di Gua Maria daripada di kamar tidur Anda. Tidak ada tempat yang memberi Tuhan sinyal

Ziarah Sehari di Solo: Rute Lengkap dari Gereja Purbayan ke Gua Maria Mojosongo

Kebanyakan orang berziarah dengan cara yang melelahkan: kejar-kejaran dengan jadwal, tiga provinsi dalam dua hari, tidur di bus. Padahal ziarah yang baik biasanya kebalikannya sedikit tempat, banyak waktu. Solo cocok untuk itu. Kota ini kecil (luasnya hanya sekitar 44 km²), situs-situs Katoliknya berdekatan, dan Anda bisa

Gereja Santo Antonius Purbayan, Gereja Katolik Pertama di Solo

Ada bangunan-bangunan yang berdiri diam di tengah kota, dilewati ribuan orang setiap hari, tapi menyimpan cerita yang jauh lebih besar dari tampilannya. Gereja Santo Antonius Purbayan di Jalan Arifin No. 1 Surakarta adalah salah satunya. Letaknya persis di samping Balai Kota Surakarta, di kawasan yang sejak

wpChatIcon
wpChatIcon